Mahasiswa KKN Unhas Gelar Edukasi Gizi dan Pemanfaatan Pangan Lokal sebagai Upaya Pencegahan Anemia di Kelurahan Tanah Loe

banner 468x60

Aseranews.com, Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja “Edukasi Gizi dan Pemanfaatan Pangan Lokal sebagai Upaya Pencegahan Anemia” di Kelurahan Tanah Loe Kecamatan Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai anemia serta mendorong pemanfaatan pangan lokal yang bernilai gizi tinggi sebagai salah satu upaya pencegahan anemia.

Program ini merupakan bagian dari KKN Tematik Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 2 tentang Tanpa Kelaparan, poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan bergizi seimbang serta pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh.

Materi edukasi disampaikan secara interaktif melalui pemaparan mengenai pengertian anemia, penyebab, gejala, dampak, kelompok yang berisiko mengalami anemia, serta langkah-langkah pencegahannya. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengonsumsi makanan yang kaya zat besi, vitamin C, dan nutrisi lainnya untuk menjaga kesehatan dan mencegah anemia.

Selain penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan cookies daun kelor sebagai contoh pemanfaatan pangan lokal yang memiliki kandungan zat besi, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Demonstrasi ini bertujuan memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk mengolah daun kelor menjadi camilan sehat yang mudah dibuat, memiliki cita rasa yang baik, serta dapat dikonsumsi oleh berbagai kelompok usia.

Penanggung jawab program kerja menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar masyarakat tidak hanya memahami bahaya anemia secara teori, tetapi juga mampu menerapkan pola konsumsi pangan bergizi melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan anemia sejak dini. Melalui edukasi gizi dan demonstrasi pengolahan cookies daun kelor, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai sumber nutrisi yang mendukung kesehatan keluarga,” ujarnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias. Mereka aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi mengenai anemia, serta memperhatikan setiap tahapan pembuatan cookies daun kelor. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap inovasi pengolahan pangan lokal yang sehat dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program karena dinilai memberikan pengetahuan yang bermanfaat sekaligus memperkenalkan alternatif pangan bergizi berbahan dasar daun kelor yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru mengenai anemia sekaligus mengajarkan cara mengolah daun kelor menjadi makanan yang menarik dan bergizi. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap salah seorang peserta.

Melalui program “Edukasi Gizi dan Pemanfaatan Pangan Lokal sebagai Upaya Pencegahan Anemia”, mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Kelurahan Tanah Loe semakin sadar akan pentingnya menjaga asupan gizi, memanfaatkan potensi pangan lokal secara optimal, serta menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah nyata dalam mencegah anemia dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *