Ribuan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen, KNPI Pertanyakan Keseriusan Pemkab Pinrang

banner 468x60

Aseranews.com, Pinrang – Sejak bulan maret BMKG mengeluarkan peringatan dini bahwa penomena El Nino dengan intensitas kuat telah aktif di Indonesia, memicu musim kemarau yang lebih kering dan Panjang dari juli hingga September 2026. Sebanyak 72,8 persen wilayah Indonesia kini tlah memasuki musim kering termasuk kabupaten Pinrang.

 

Pemkab pinrang saat melakukan rapat kordinasi dengan kementrian pertanian 20 april yang lalu,pemkab memastikan akan memperkuat mitigasi penomena El Nino. Bupati Pinrang menegaskan kesiapan pemkab Pinrang untuk memberikan dukungan penuh dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada demi menjaga keberlangsungan sektor pertanian, khususnya bagi petani.

 

Senada dengan itu Apandi yang juga kepala departemen advokasi Masyarakat rentan(KNPI Pinrang) menegaskan, Langkah Pemkab pinrang sangat lambat dan seperti pemadam kebakaran, jauh dari prinsif Mitigasi, sebab perhari ini petani, hampir tiap kecamatan di kabupaten Pinrang teriak soal minimnya pasokan air bagi lahan pertanian, ribuan hektar lahan pertanian terancam gagal panen.

 

Dalam catatan kepala departemen advokasi Masyarakat rentan KNPI Pinrang, ada sekitar 460 hektar lahan pertanian dipastikan gagal panen di kecmatan duampanua yang tersebar di berbagai desa diantaranya; desa bungi seluas 315 hektar, buttusawe 121 hektar, barugae 5,84 hektar dan kelurahaan data. 28,46 hektar. Selanjutnya dalam hasil pemetaan di kecamatan lembang kami mencatat sekitar 466,24 hektar yang di pastikan gagal panen yang terbagi di dua wilayah yakni Desa Sabbang Paru seluas 130 hektar dan kelurahaan tadokkong 336,24 hektar, data sementara yang kami kumpulkan dan dipastikan masih akan bertambah.

 

kata Apandi “kami tidak hanya melakukan pemetaan lahan pertanian tapi juga menghitung potensi kerugian petani yang mencapai diangaka Rp 7,4 milyar dari jumlah luas lahan yang gagal panen “

 

Selanjutnya Apandi sangat menyayangkan Langkah Pemkab Pinranng yang sangat lambat dalam melakukan mitigasi penomenan El Nino, berdasarkan Data sensus Pertanian 2023 Pinrang memiliki petani gurem sebanyak 14.826 (petani yang menguasai lahan pertanian kurang dari 0,5 hektar) sehingga mereka harus menjadi buruh tania tau petani penggarap demi menambah pundi pundi penghasilan, akan tetapi atas adanya penomena El Nino merekalah yang merasakan kerugian yang sangat akut atas dampak penomena El Nino.

 

Sehingga kami di Departemen Advokasi Masyarakat rentan akan menyurat secara resmi ke DPRD kabupaten Pinrang mendorong RDP dan mempertanyakan secara lugas Langkah pemkab pinrang dalam penanggulangan kerugian Petani.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *