Dosen FIKK UNM Gelar Pelatihan Teknik Dasar Lempar Lembing bagi Mahasiswa PJKR

banner 468x60

Aseranews.com, Makassar — Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) melalui Pelatihan Teknik Dasar Lempar Lembing untuk Meningkatkan Keterampilan Mahasiswa PJKR FIKK UNM. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa sekaligus memperkuat kesiapan mereka sebagai calon guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

 

Kegiatan yang didanai melalui PNBP Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan UNM Tahun Anggaran 2026 tersebut dilaksanakan oleh tim pengusul yang terdiri atas Iskandar, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua, bersama Bahrul Alim, S.Pd., M.Pd., Dr. Andi Muhammad Fadlih, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Awaluddin, M.Pd. sebagai anggota.

 

Program ini menyasar mahasiswa PJKR FIKK UNM yang dalam proses pembelajaran atletik masih menghadapi sejumlah kendala dalam penguasaan teknik lempar lembing. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian mahasiswa masih mengalami kesulitan pada teknik pegangan, awalan, langkah silang, tolakan, pelepasan, hingga menjaga keseimbangan setelah melakukan lemparan.

 

Ketua tim pelaksana, Iskandar, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa keterampilan lempar lembing merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikuasai mahasiswa PJKR.

 

“Mahasiswa PJKR tidak hanya dituntut mampu melakukan gerakan, tetapi juga harus mampu menjelaskan, mendemonstrasikan, dan mengajarkan teknik lempar lembing dengan benar ketika nantinya menjadi guru PJOK,” ujarnya.

 

Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan progressive drills, yaitu latihan yang dilakukan secara bertahap berdasarkan setiap fase gerakan. Mahasiswa diberikan latihan mulai dari teknik memegang dan membawa lembing, awalan dan ritme langkah, langkah silang (cross step), tolakan, pelepasan, hingga gerakan lanjutan dan keseimbangan akhir.

 

Selain latihan secara langsung, kegiatan juga memanfaatkan teknologi sederhana berupa analisis video. Mahasiswa direkam ketika melakukan lemparan menggunakan smartphone dan tripod. Rekaman tersebut kemudian digunakan sebagai bahan evaluasi untuk melihat kesalahan teknik, koordinasi gerak, posisi tubuh, serta sudut pelepasan lembing.

Penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari inovasi yang dikembangkan tim melalui Javelin Performance Analysis & Angle Target System (JPATS). Sistem ini mengintegrasikan video motion analysis, papan target sudut pelepasan, dan marker footwork untuk membantu mahasiswa memahami teknik secara lebih visual dan terukur.

 

Melalui penggunaan video feedback, mahasiswa dapat melihat secara langsung gerakan yang telah dilakukan dan membandingkannya dengan teknik yang benar. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran gerak dan kemampuan mahasiswa melakukan koreksi secara mandiri.

Selain peningkatan keterampilan teknis, program juga memberikan perhatian pada aspek pedagogik. Mahasiswa dilibatkan dalam kegiatan peer teaching, sehingga mereka tidak hanya berlatih sebagai atlet atau peserta didik, tetapi juga belajar memberikan demonstrasi, mengamati kesalahan gerak, dan

memberikan umpan balik kepada teman.

 

Program PKM ini menetapkan sejumlah indikator keberhasilan, antara lain minimal 75 persen mahasiswa mencapai skor keterampilan teknik minimal 80 serta adanya peningkatan rata-rata jarak lemparan sekurang-kurangnya 10 persen dari hasil pre-test. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan hasil sebelum dan sesudah pelatihan menggunakan rubrik penilaian teknik yang terstruktur.

 

Tim pelaksana juga menyiapkan beberapa luaran kegiatan, berupa modul teknik dasar lempar lembing, video pembelajaran, instrumen penilaian teknik, artikel ilmiah pengabdian kepada masyarakat, serta dokumentasi kegiatan.

 

Ketua Jurusan PJKR FIKK UNM, Prof. Dr. Juhanis, M.Pd., selaku mitra sasaran, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan pelatihan yang mengintegrasikan praktik, evaluasi, dan teknologi dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran atletik mahasiswa.

 

Program ini diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan pengabdian selesai. Modul, video pembelajaran, dan instrumen penilaian yang dihasilkan akan diarahkan untuk dimanfaatkan dalam proses pembelajaran mata kuliah atletik di PJKR FIKK UNM.

 

Melalui kegiatan tersebut, FIKK UNM terus mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis praktik dan inovasi. Peningkatan keterampilan mahasiswa diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan terhadap kualitas calon guru PJOK dalam mengajarkan atletik secara aman, efektif, dan menarik di lingkungan sekolah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *