Aliansi Tumardekayya Kecam Keras Lambatnya Proses Hukum Dugaan Kasus Keracunan MBG di Jeneponto 

banner 468x60

Aseranews.com, Jeneponto – Aliansi Tumardekayya yang terhimpun dari tiga organisasi, yaitu SEMMI Cabang Jeneponto, IMM Cabang Jeneponto, dan GMNI Cabang Jeneponto, menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk kepedulian dan tuntutan terhadap penyelesaian kasus dugaan keracunan MBG di Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto. Selasa 26/5/2026.

 

Aksi demonstrasi berlangsung di tiga titik, yakni Pertigaan Belokallong, Polres Jeneponto, dan Kantor DPRD Jeneponto. Dalam aksi tersebut, massa membawa tuntutan agar kasus ini segera dituntaskan secara serius dan transparan oleh pihak terkait, khususnya aparat penegak hukum.

 

Majesty Akbar selaku Ketua Aliansi Tumardekayya menilai bahwa sampai hari ini kasus dugaan keracunan yang menyebabkan 28 siswa harus mendapatkan penanganan medis belum benar-benar menemukan titik terang. Satu bulan setelah kejadian, para orang tua korban masih belum mendapatkan kejelasan mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.

 

Selain menyoroti lambannya proses penanganan hukum, massa aksi juga mempertanyakan bentuk kompensasi yang diberikan kepada korban. Aliansi menilai kompensasi yang diberikan tidak sesuai dengan dampak yang dialami para korban dan keluarga korban.

 

“Melalui aksi ini, Aliansi Tumardekayya mendesak Polres Jeneponto agar segera mempercepat proses penanganan kasus dan memberikan kejelasan kepada publik terkait perkembangan penyelidikan. Selain itu, DPRD Jeneponto juga diminta untuk ikut mengawal dan memastikan kasus ini diselesaikan secara serius serta berpihak kepada korban”,tegasnya.

 

Menurut Aliansi, keselamatan siswa tidak boleh dipertaruhkan akibat kelalaian ataupun lemahnya pengawasan. Karena itu, seluruh pihak terkait diminta untuk lebih serius memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada siswa adalah yang terbaik tanpa adanya rantai distribusi yang terlalu panjang hingga kualitas bahan makanan itu menurun.

 

Aliansi Tumardekayya menegaskan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti sampai disini saja, jika kasus ini masih berlarut larut dan belum ada pertanggungjawaban yang nyata terhadap para korban. maka gerakan gerakan lanjutan akan terus ada sebagai tekanan dan pengawalan terhadap kasus ini.

 

Ketua SEMMI, GMNI dan IMM, yang tergabung dalam aliansi juga menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi evaluasi serius agar insiden serupa tidak kembali terjadi di kecamatan lain di Kabupaten Jeneponto. Program penyediaan makanan harus benar-benar diawasi secara ketat, mulai dari proses pengolahan hingga distribusi, agar makanan yang disajikan kepada masyarakat, khususnya para siswa, benar-benar sehat, layak, dan aman untuk dikonsumsi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *