Sekjen FK Garda Angkat Bicara Polemik Kasus Tenggelamnya Wisatawan Di Pantai Apparalang Bulukumba

A.Rangga Sekjen FK GARDA
banner 468x60

Aseranews.com, Makassar – Kabar duka menyelimuti seluruh masyarakat kabupaten Bulukumba, atas meninggalnya wisatawan bernama elmi febrianti (Minggu, 7/6/2026), yang meninggal dunia setelah terjatuh dari spot foto tebing pantai apparalang, desa ara, kecamatan Bontobahari.

 

Sekjen FK Garda A Rangga mengungkapkan bahwa Pantai apparalang adalah salah satu destinasi wisata pantai yang menampilkan keindahan tebing-tebing karang di pinggir laut. Banyak wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan tapi sayangnya keindahan tebing ini telah menelan korban jiwa yang tak seharusnya terjadi. Lalu siapa yang harus di salahkan ?.

 

A Rangga menyampaikan juga keresahan atas tragedi yang terjadi di kawasan wisata pantai apparalang yang menelan korban jiwa. Menurutnya insiden ini harus mendapatkan perhatian khusus dari semua pihak yang mengatur persoalan pengelolaan pariwisata di bulukumba.

 

“ kami sangat berduka cita atas tragedi yang menimpa salah satu wisatawan pantai apparalang yang berujung duka. Kejadian ini tidak boleh di anggap sepele karna ini sudah menelan korban jiwa, harusnya seluruh pihak terkait harus mengambil peran untuk menyelesaikan masalah ini, bukan saling menyalahkan !”, ucapnya Senin (8/6/2026).

 

A Rangga menganggap Ketika pantai apparalang dengan sejuta keindahannya di promosikan oleh pemerintah daerah sebagai objek wisata yang mesti kunjungi tapi ketika ada korban yang melanda semua sibuk mencari pembelaan bahkan mengatakan pantai tersebut ilegal tidak mempunyai izin.

 

Menurutnya adanya kejadian ini hanya dianggap ajang pembuktian “benar salah” oleh pihak-pihak terkait, karna tidak ada yang memberikan solusi terkait tragedi ini, semua teralihkan tentang polemik izin dari wisata pantai apparalang tersebut.

 

“ jangan karena alasan tidak berizin sehingga Pemda dan aparat penegak hukum mengabaikan kejadian ini , justru itu yang menjadi masalah. Jika ada suatu aktivitas yang dianggap ilegal dan melibatkan masyarakat , maka semestinya semakin besar perhatian dan pengawasannya, bukan pasrah akan hal itu” ungkapnya.

 

Angga sapaan akrabnya kemudian mempertegas siapa yang harus bertanggung jawab akan peristiwa ini? Apakah pihak yayasan yang dianggap ilegal karna tidak mengantongi izin tapi mengelola bertahun-tahun, atau pemda yang terkait hal ini Disnas Pariwisata kabupaten Bulukumba yang mengatur semua aktivitas dan tempat-tempat wisata di kabupaten Bulukumba, Atau penegak hukum kepolisian yang tidak melakukan penindakan terhadap aktivitas yang dianggap ilegal ?. Oleh karena itu, FK-GARDA sebagai organisasi pemuda dan kemahasiswaan akan terus mengikuti perkembangan peristiwa ini, dan selalu mendukung pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini.

kami juga berharap DPRD kabupaten Bulukumba terkhusus komisi II untuk turun tangan melakukan investigasi dan evaluasi di seluruh tempat-tempat pariwisata yang ada di bulukumba agar kejadian ini tidak terulang kembali.

 

“ DPRD kabupaten bulukumba terkhusus komisi II harus turun tangan menyelesaikan terkait tragedi tenggelamnya wisatawan di pantai apparalang, dan melakukan investigasi dan evaluasi sebagai mana tupoksi dari lembaga legislatif yaitu pengawasan” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *