Kampung Sastra 2026, HIMAPBSI FKIPS UIM Bangun Ruang Literasi dan Kreativitas Mahasiswa

banner 468x60

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMAPBSI) Fakultas Keguruan, Ilmu Pendidikan, dan Sastra (FKIPS) Universitas Islam Makassar (UIM) kembali menghadirkan Kampung Sastra 2026 sebagai ruang pengembangan literasi, kreativitas, dan apresiasi sastra bagi mahasiswa.

Kegiatan yang akan berlangsung pada 12–14 Juli 2026 ini menjadi salah satu upaya HIMAPBSI dalam menumbuhkan budaya membaca, menulis, dan berkarya di lingkungan akademik maupun masyarakat.

Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan akan berlangsung di Lantai 4 Rektorat Universitas Islam Makassar dan Benteng Gajah Suwitaland, Maros, dengan melibatkan 12 peserta.

Kampung Sastra dirancang sebagai wadah yang menghadirkan pengalaman belajar secara langsung melalui diskusi, refleksi, dan aktivitas kreatif yang mendorong peserta lebih dekat dengan dunia bahasa dan sastra Indonesia.

Mengusung semangat literasi yang berkelanjutan, Kampung Sastra 2026 memiliki sejumlah tujuan utama, yakni meningkatkan minat baca dan apresiasi terhadap karya sastra, menumbuhkan semangat berkarya sastra di lingkungan kampung, mewadahi kreativitas dan ekspresi seni sastra, serta menjadikan kampung sastra sebagai ruang literasi yang hidup, produktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari berbagai unsur akademik dan organisasi kemahasiswaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Ketua Senat Mahasiswa, Ketua Rayon, Majelis Pembina, Ketua Panitia, dosen-dosen PBSI, serta kader HIMAPBSI FKIPS UIM. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bentuk sinergi dalam memperkuat gerakan literasi yang lahir dari lingkungan kampus.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ketua Panitia, Febriadri, menyampaikan bahwa Kampung Sastra tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang mendorong peserta untuk lebih berani berkarya, berdiskusi, dan mengembangkan potensi diri melalui sastra.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan baru yang berkontribusi bagi pengembangan budaya literasi.

Ketua Umum HIMAPBSI FKIPS UIM, Widya Nurulfitri Amalia, menegaskan bahwa Kampung Sastra merupakan komitmen organisasi dalam menghadirkan ruang literasi yang aktif dan inklusif.

“Kampung Sastra adalah wujud komitmen HIMAPBSI untuk menjadikan literasi sebagai budaya, bukan sekadar kegiatan. Kami ingin menghadirkan ruang yang mendorong mahasiswa untuk membaca lebih luas, menulis dengan lebih berani, serta melahirkan karya-karya yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat. Kami percaya, perubahan besar selalu berawal dari budaya berpikir dan berkarya,” ujarnya.

Melalui Kampung Sastra 2026, HIMAPBSI FKIPS UIM berharap semangat literasi terus tumbuh di kalangan mahasiswa dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. Lebih dari sekadar agenda tahunan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi yang kritis, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap perkembangan bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia sebagai bagian dari identitas bangsa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *