Aseranews.com, Bantaeng – Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bantaeng menggelar kegiatan Tabligh Akbar dan Temu Kader NU. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini dipusatkan di Tribun Pantai seruni Kabupaten Bantaeng, Jumat (19/6/2026).
Mengusung tema “Transformasi Gerakan Dakwah dan Kaderisasi Nahdlatul Ulama: Membangun Peradaban Umat yang Inklusif, Moderat, dan Berkeadaban”, acara ini dihadiri oleh ribuan jamaah Nahdliyin, badan otonom (Banom), serta para kader NU se-Kabupaten Bantaeng.
NU Tegak Lurus untuk Indonesia, Ketua Tanfidziyah PCNU Bantaeng, Dr. H. Muh. Ahmad Jailani, S.Ag., MA, dalam sambutannya yang berapi-api berhasil membakar semangat para jamaah yang hadir. Ia menegaskan komitmen kebangsaan NU yang sudah teruji oleh sejarah.
“Sejak NU didirikan hingga saat ini, NU tidak pernah mengkhianati negaranya. Jauh sebelum Indonesia merdeka, NU sudah lahir. Karena itu, NU akan senantiasa tegak lurus dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Ahmad Jailani disambut riuh takbir jamaah.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi selayang pandang ke-NU-an yang dibawakan langsung oleh kyai Teguh Rahmanto, Instruktur Kader Nasional Pendidikan Kader NU asal Surabaya.
Dalam pemaparannya, kyai Teguh mengingatkan kembali khittah perjuangan NU yang lahir pada tahun 1926 dengan tujuan utama memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari tangan penjajah. Ia juga menekankan bahwa NU adalah organisasi yang merangkul kearifan lokal.
“NU tidak pernah anti terhadap budaya lokal. Justru NU merawatnya selama tidak bertentangan dengan syariat. Pesan saya untuk seluruh kader, jangan pernah jauh dari ulama NU, agar hati kita selalu damai,” tuturnya
Puncak acara diisi dengan Taushiyah Tabligh Akbar oleh Ust. Muhammad Yusuf, Ketua Tanfidziyah PCNU Sidrap. Dengan gaya penyampaian yang cair namun sarat makna, Ust. Yusuf mengingatkan pentingnya menjaga marwah organisasi dengan selalu ta’zhim (hormat) kepada para ulama.
Bukan NU namanya jika tidak diselingi humor yang segar. Di tengah ceramahnya, Ust. Yusuf melontarkan guyonan khas Nahdliyin yang membuat ruang acara bergemuruh oleh tawa jamaah.








