Prabowo – Gibran Kebiri Reformasi : PMII Gowa Gelar Aksi Desak Evaluasi Menyeluruh terhadap Kabinet dan Kebijakan Nasional

Aksi Demonstrasi PC PMII Gowa
banner 468x60

Aseranews.com, Makassar – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Gowa melaksanakan aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Remuk: Prabowo-Gibran Kebiri Reformasi” di sepanjang Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Jumat (19/06).

 

Aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan dan sikap kritis PMII Cabang Gowa terhadap berbagai persoalan kebangsaan yang dinilai semakin menjauh dari semangat reformasi dan amanat konstitusi.

 

Ketua PMII Cabang Gowa, Awal Nugraha, menegaskan bahwa demonstrasi ini lahir dari kegelisahan masyarakat terhadap kondisi ekonomi, pendidikan, tata kelola pemerintahan, hingga semakin menyempitnya ruang demokrasi di Indonesia.

 

“Kami melihat adanya berbagai persoalan mendasar yang harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah. Reformasi yang diperjuangkan dengan pengorbanan besar tidak boleh hanya menjadi simbol sejarah. Reformasi harus hadir dalam kebijakan yang berpihak kepada rakyat, menjamin keadilan sosial, dan memperkuat demokrasi,” tegas Awal Nugraha.

 

Dalam aksi tersebut, PMII Cabang Gowa menyampaikan sembilan tuntutan utama kepada pemerintah, yakni penegakan amanat Pasal 33 UUD 1945 secara berdaulat, penguatan kemandirian ekonomi nasional, evaluasi dan efisiensi kabinet berdasarkan kompetensi, evaluasi Badan Gizi Nasional dan program Koperasi Desa Merah Putih, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik serta pendidikan gratis, penghapusan praktik militerisme di ruang sipil, stabilisasi harga bahan pokok dan BBM, penghentian perampasan ruang hidup masyarakat adat, serta audit menyeluruh terhadap dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan.

 

Menurut PMII Cabang Gowa, berbagai kebijakan yang lahir hari ini menunjukkan adanya kecenderungan menjauhnya pemerintahan dari semangat reformasi yang menempatkan demokrasi, supremasi sipil, keadilan sosial, dan kesejahteraan rakyat sebagai orientasi utama pembangunan nasional.

 

Sementara itu, Jenderal Lapangan Aksi, Fernando, menegaskan bahwa aksi yang dilakukan merupakan bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa sebagai kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

 

“Hari ini kami hadir membawa suara rakyat. Kami ingin memastikan bahwa berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat tidak diabaikan oleh para pengambil kebijakan. Mahasiswa akan terus mengawal dan mengkritisi setiap kebijakan yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Fernando.

 

PMII Cabang Gowa menilai bahwa kondisi bangsa saat ini membutuhkan keberanian pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai kebijakan yang dinilai tidak efektif, tidak tepat sasaran, dan tidak menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

 

Melalui aksi ini, PMII Cabang Gowa menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu kerakyatan dan memperjuangkan terwujudnya pemerintahan yang demokratis, berkeadilan, serta berpihak kepada kepentingan rakyat.

 

“Demonstrasi hari ini bukan akhir dari perjuangan. Ini adalah peringatan bahwa mahasiswa akan terus berdiri bersama rakyat dan mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berada dalam koridor reformasi dan amanat konstitusi.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *