PKC PMII Sulsel Desak Gubernur Andi Sudirman Perbaiki Transportasi Laut Usai Tragedi Jolloro di Pangkep

Ansar Jamundin selaku Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Selatan.
banner 468x60

Aseranews.com, Makassar – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Selatan, Ansar Jamundin, mendesak Gubernur Andi Sudirman Sulaiman untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap sistem transportasi laut, khususnya untuk penyebrangan menuju pulau-pulau kecil di wilayah Sulawesi Selatan.

 

Desakan ini disampaikan menyusul kembali terjadinya kecelakaan laut yang menelan korban jiwa. Kejadian terbaru melibatkan perahu jolloro yang ditumpangi rombongan Camat Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, Muhammad Fitri Mubarak (53). Perahu tersebut terbalik di tengah laut, mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, termasuk sang camat dan seorang bidan desa, Sabtu (27/12/2025) siang .

 

“Kejadian di Kabupaten Pangkep merupakan kejadian berulang dari musibah serupa yang sering terjadi. Sangat disesalkan jika pemerintah abai dalam menyikapi persoalan mendasar ini,” tegas Ansar dalam pernyataannya, Minggu 28/12/2025.

 

Ia menegaskan, sebagai provinsi yang memiliki jumlah pulau yang sangat banyak, Provinsi Sulawesi Selatan membutuhkan sistem transportasi laut yang aman dan cepat. Aksesibilitas yang buruk dan keselamatan yang minim bagi masyarakat pulau dan bepergian antar pulau, menurutnya, mencerminkan ketimpangan pembangunan.

 

“Jangan sampai pulau-pulau kecil hanya menjadi angka dalam peta, tetapi terisolasi dalam kenyataan. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat di wilayah kepulauan harus menjadi prioritas,” tambahnya.

 

Ansar mengapresiasi inisiatif Pemerintah Provinsi Sulsel yang sedang mengembangkan layanan Sea Plane atau pesawat amfibi untuk menghubungkan pulau-pulau. Namun, ia menekankan bahwa layanan tersebut masih bersifat omon-omon (masih dalam angan-angan atau rencana) dan sifatnya sangat terbatas.

 

“Layanan Sea Plane mungkin akan sangat membantu, tapi itu masih rencana dan hanya akan melayani titik tertentu. Yang mendesak dan menjadi hajat hidup orang banyak iyalah perbaikan total sistem transportasi laut reguler yang menjadi tulang punggung mobilitas warga kepulauan sehari-hari,” jelasnya.

 

PKC PMII Sulsel mendesak agar Pemerintah Provinsi segera:

 

1. Melakukan audit keselamatan dan penambahan armada kapal cepat penyeberangan yang layak antar pulau.

2. Memperbaiki infrastruktur pelabuhan dan dermaga penunjang.

3. Menegakkan aturan keselamatan pelayaran secara ketat.

4. Menyediakan subsidi atau skema yang membuat transportasi laut yang aman terjangkau.

 

“Kami berharap Pak Gubernur dapat segera mengambil tindakan nyata. Tragedi yang merenggut nyawa, termasuk para aparatur pemerintah dan tenaga kesehatan seperti bidan desa, merupakan alarm keras bahwa sistem layanan pubulik masih bermasalah. Segera wujudkan sulsel terkoneksi sebagai komitmen terhadap keadilan sosial bagi seluruh rakyat Sulsel, tanpa terkecuali yang di daratan maupun di pulau-pulau terpencil,” pungkas Ansar.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Gubernur Andi Sudirman Sulaiman terkait desakan tersebut. Masyarakat berharap tragedi berulang ini menjadi momentum perbaikan transportasi laut yang berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *