Dorong Ruang Gerak Perempuan, KOPRI Rashul Hadirkan Kelas KOPRI Penggerak Perdana

banner 468x60

Aseranews.com, Gowa – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Rayon Ushuluddin, Filsafat, dan Politik Komisariat UINAM Cabang Gowa sukses menyelenggarakan kegiatan Kelas KOPRI Penggerak pada tanggal 24–26 Oktober 2025 .

 

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas kader perempuan, menumbuhkan kesadaran kritis, serta meneguhkan semangat kepemimpinan perempuan di lingkungan PMII.

 

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi yang berorientasi pada isu Gender, Feminisme, serta kepemimpinan perempuan berbasis gerakan sosial. Di samping itu, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi dan pembelajaran kolektif bagi kader KOPRI dari berbagai tingkatan rayon maupun komisariat.

 

Ketua KOPRI Rayon Ushuluddin, Filsafat, dan Politik, Resky Fatmawati, menegaskan bahwa pelaksanaan Kelas KOPRI Penggerak merupakan langkah awal untuk memperluas ruang gerak kader perempuan di PMII:

 

“Kegiatan Kelas KOPRI Penggerak merupakan kegiatan perdana yang kami selenggarakan. Semoga bisa menjadi pemantik bagi ketua-ketua KOPRI yang lain untuk turut menghadirkan ruang belajar dan penggerak bagi kader putri di rayon masing-masing,” ujar Resky penuh optimisme.

 

Sementara itu, Novitasari selaku Kabid Kaderisasi dan Pengembangan Intelektual KOPRI Ushuluddin mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif Bidang Kaderisasi KOPRI Rashul sebagai respons atas masih adanya diskriminasi terhadap lembaga perempuan di ruang organisasi:

 

“Hadirnya Kelas KOPRI Penggerak menjadi bukti nyata bahwa perempuan mampu merawat sebuah organisasi. Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan kader perempuan penggerak yang tidak hanya kuat secara teori dalam memahami feminisme, tetapi juga mampu bergerak dan memimpin di rayon, komisariat, hingga cabang masing-masing.”

 

Melalui kegiatan ini, KOPRI Rayon Ushuluddin, Filsafat, dan Politik berharap dapat menghadirkan generasi perempuan PMII yang tangguh, berdaya saing, dan berkomitmen terhadap nilai keislaman, keindonesiaan, serta kemanusiaan, sejalan dengan semangat KOPRI sebagai gerakan perempuan penggerak perubahan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *