PW ISNU Aceh Serahkan Paket Lebaran untuk Pengurus PC ISNU Aceh Tamiang

PC ISNU Aceh Serahkan bantuan paket Lebaran untuk PC ISNU Aceh Tamiang.
banner 468x60

Aseranews.com, Aceh – Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Aceh menyalurkan paket Lebaran kepada pengurus Pimpinan Cabang (PC) ISNU Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir. Bantuan tersebut berupa uang tunai, paket sembako, serta perlengkapan kebutuhan lainnya, Jumat 13/3/2026.

 

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Sekretaris PW ISNU Aceh, Rahmad Syah Putra, didampingi Bendahara PW ISNU Aceh. Bantuan diterima langsung oleh Ketua PC ISNU Aceh Tamiang, Muhammad Mabrur.

 

Turut hadir Syauqi Fadhlil Khalid Wakil Sekretaris PC ISNU Aceh Besar, Sekretaris PC ISNU Kota Langsa Muttaqin dan bendahara Iskandar.

 

Rahmad mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas organisasi kepada pengurus ISNU di daerah yang masih terdampak bencana.

 

“Bantuan ini kami harapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita menjelang Lebaran, khususnya pengurus ISNU di Aceh Tamiang yang juga menjadi bagian dari masyarakat terdampak,” kata Rahmad dalam keterangannya.

 

Ia menambahkan, setelah melihat langsung kondisi di lapangan, sebagian warga masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat dampak banjir yang terjadi beberapa bulan lalu.

“Setelah kami melihat langsung kondisi di Aceh Tamiang, masih banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan, baik dari sisi pemulihan ekonomi maupun pemenuhan kebutuhan dasar. Karena itu, solidaritas dari berbagai pihak masih sangat dibutuhkan,” ujarnya.

 

Menurut Rahmad, PW ISNU Aceh telah melakukan sejumlah kegiatan bantuan sejak banjir melanda beberapa wilayah di Aceh pada akhir 2025. Di antaranya penyaluran wakaf Al-Qur’an, Iqra, dan buku agama ke wilayah terdampak.

 

Selain itu, ISNU Aceh juga menyalurkan santunan bagi anak yatim serta bantuan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdampak banjir melalui dukungan Pengurus Pusat ISNU. PW ISNU Aceh juga menyalurkan bantuan donasi bagi penyintas banjir melalui kerja sama dengan Asar Humanity dan Abcary Cendekia.

 

PW ISNU Aceh juga mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan pembangunan infrastruktur di daerah terdampak agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara layak.

 

Banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terjadi sekitar 24 November 2025.

 

Hingga pertengahan Maret 2026, atau lebih dari 100 hari setelah bencana, ribuan warga di Aceh Tamiang dan daerah terdampak lainnya masih bertahan di pengungsian maupun hunian sementara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *