PMII Cabang Gowa: Kepercayaan Publik Dipertaruhkan dalam Kasus Kekerasan Aparat

Rahmat Ikhsan Ketua I PMII Cabang Gowa
banner 468x60

Aseranews.com — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Gowa menilai kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum sedang dipertaruhkan menyusul sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan aparat di berbagai daerah, termasuk dugaan penembakan remaja di Makassar dan kasus kematian pelajar di Tual, Maluku.

 

Ketua I PMII Cabang Gowa, Rahmat Ikhsan, menyatakan bahwa penanganan yang transparan, profesional, dan akuntabel menjadi kunci dalam menjaga legitimasi institusi penegak hukum di mata masyarakat.

 

“Ketika peristiwa seperti ini terjadi berulang, maka yang dipertaruhkan bukan hanya proses hukum satu kasus, tetapi juga kepercayaan publik terhadap institusi. Karena itu transparansi tidak boleh ditawar,” ujar Rahmat dalam keterangan tertulisnya, jumat (6/3/2026).

 

Di Makassar, seorang remaja berusia 18 tahun dilaporkan meninggal dunia pada 1 Maret 2026 setelah terkena tembakan saat aparat merespons sebuah kerumunan. Sementara itu, di Tual, seorang pelajar berusia 14 tahun meninggal dunia setelah diduga mengalami penganiayaan oleh anggota aparat beberapa waktu lalu. Kedua kasus tersebut kini tengah dalam proses hukum.

 

PMII Cabang Gowa mendorong Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk membuka hasil investigasi secara jelas kepada publik, termasuk hasil autopsi, uji balistik (jika relevan), serta evaluasi terhadap standar operasional prosedur penggunaan kekuatan di lapangan.

 

Selain itu, PMII Cabang Gowa juga menyoroti pentingnya pembenahan struktural. Berdasarkan catatan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, sepanjang Juli 2024 hingga Juni 2025 terdapat 602 peristiwa kekerasan yang melibatkan anggota kepolisian di berbagai wilayah Indonesia, dengan penembakan menjadi salah satu bentuk tindakan yang paling banyak dilaporkan. Data ini menunjukkan pentingnya evaluasi berkelanjutan dalam tata kelola penggunaan kekuatan oleh aparat.

 

“Kami berharap seluruh proses hukum berjalan objektif dan independen. Reformasi yang konsisten dan pengawasan yang kuat diperlukan agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tambah Rahmat.

 

PMII Cabang Gowa juga menyampaikan simpati kepada keluarga korban dan mengajak seluruh pihak untuk mengawal proses hukum secara proporsional, demi memastikan keadilan ditegakkan dan kepercayaan publik tetap terjaga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *