HIMAPTI UIM Gelar ETIC 2026, Kupas Tuntas Dinamika Media dan Tantangan AI di Era Digital

banner 468x60

MAKASSAR – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi (HIMAPTI) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan dan Sastra (FKIPS) Universitas Islam Makassar (UIM) menyelenggarakan pelatihan Education of Technology (ETIC) pada 10–13 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di kawasan bersejarah Benteng Somba Opu, tepatnya di Rumah Adat Sinjai, ini menjadi ruang pembelajaran intensif bagi mahasiswa dalam memahami perkembangan teknologi dan media informasi di era digital.

Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah “Dinamika Media dan Informasi” yang dipaparkan oleh Muh. Amin, S.I.Kom., CDMP, CCC. Dalam sesi tersebut, ia mengulas secara komprehensif bagaimana media sosial digunakan secara bijak, sekaligus menyoroti dua sisi yang tak terpisahkan dari platform digital: dampak positif dan dampak negatif. Media sosial, menurutnya, dapat menjadi sarana edukasi, promosi, dan penguatan jejaring, namun juga berpotensi memicu disinformasi, kecanduan, hingga polarisasi sosial jika tidak digunakan secara kritis.

Pemateri juga mengajak peserta menelusuri sejarah perkembangan komunikasi, mulai dari era surat-menyurat melalui kantor pos hingga kemajuan teknologi yang memungkinkan panggilan video lintas negara dalam hitungan detik. Transformasi tersebut menunjukkan percepatan inovasi yang tidak hanya mengubah cara manusia berkomunikasi, tetapi juga membentuk pola interaksi sosial, budaya, dan bahkan ekonomi digital.

Dalam pembahasannya, Muh. Amin turut menjelaskan perbedaan dan persamaan sejumlah platform populer seperti WhatsApp, Twitter (X), Instagram, dan Facebook. Ia menekankan bahwa setiap platform memiliki karakteristik, segmentasi audiens, serta fungsi utama yang berbeda—mulai dari komunikasi personal, microblogging, berbagi visual, hingga jejaring sosial komunitas. Meski demikian, seluruhnya memiliki kesamaan sebagai media distribusi informasi yang cepat dan masif, sehingga menuntut literasi digital yang kuat dari penggunanya.

Tidak hanya teori, peserta juga diajak praktik langsung memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), termasuk penggunaan ChatGPT sebagai alat bantu pembelajaran dan produksi konten. Dalam sesi ini, mahasiswa diperkenalkan pada cara memaksimalkan AI secara produktif tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis. Pemateri menegaskan bahwa AI seharusnya menjadi asisten, bukan pengganti nalar manusia.

Menutup sesi, Muh. Amin menekankan pentingnya mengatasi ketergantungan terhadap teknologi, khususnya AI. Ia mendorong peserta untuk tetap mengasah kemampuan analisis, kreativitas, dan etika digital. Pelatihan ETIC 2026 ini diharapkan menjadi langkah strategis HIMAPTI UIM dalam membentuk calon pendidik teknologi informasi yang adaptif, kritis, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus transformasi digital.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Di tuliskan di

PELATIHAN ETIC – HIMAPTI FKIPS UIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *