Aseranews.com, Bantaeng – Sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan serta pengelolaan lingkungan yang ramah alam, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan bertajuk “Implementasi Biopori Strategis sebagai Upaya Konservasi Tanah dan Manajemen Limbah Organik di Kawasan Pertanian” di Desa Bonto Tangnga, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Kamis, 29 Januari 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan di kebun milik masyarakat setempat dan merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN Tematik Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin dengan pendampingan Dosen Pendamping KKN (DPK) Saharuddin, S. IP., M. Si.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konservasi tanah serta pengelolaan limbah organik melalui penerapan lubang resapan biopori. Biopori dikenal sebagai teknologi sederhana yang mampu meningkatkan daya resap air ke dalam tanah, mengurangi genangan dan limpasan permukaan, serta membantu memperbaiki struktur dan kesuburan tanah di kawasan pertanian.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan singkat oleh mahasiswa KKN mengenai konsep dasar biopori, manfaatnya bagi lingkungan, serta perannya dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga dan pertanian. Mahasiswa menjelaskan bahwa limbah organik khususnya limbah pasca panen seperti sayur tak layak jual, daun kering, rumput, dan sisa tanaman dapat dimanfaatkan sebagai bahan isian lubang biopori yang akan terurai secara alami dan menjadi sumber nutrisi bagi tanah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan biopori di kebun masyarakat. Mahasiswa KKN bersama warga menentukan titik biopori yang strategis, melakukan pengeboran tanah, pembuatan lubang biopori, serta pengisian limbah organik ke dalam lubang yang telah dibuat. Kegiatan ini berlangsung secara partisipatif dan mendapat respons positif dari masyarakat.
Salah satu mahasiswa KKN Tematik Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin dari program studi Teknik Kelautan, Sahwa menyampaikan harapannya terhadap kegiatan ini.
“Kami berharap kegiatan implementasi biopori ini dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Bonto Tangnga, khususnya dalam menjaga kualitas tanah dan lingkungan pertanian,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Bonto Tangnga dapat memahami manfaat jangka panjang dari penerapan biopori, baik dari aspek lingkungan maupun pertanian. Implementasi biopori di kawasan pertanian diharapkan menjadi solusi sederhana namun berdampak nyata dalam mendukung konservasi tanah, pengelolaan limbah organik, dan keberlanjutan pertanian desa.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat, serta mendorong terciptanya kawasan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.








