Mahasiswa Farmasi UIM Bahas Bahaya Obat Ilegal dalam Seminar Kesehatan

banner 468x60

Peredaran obat ilegal yang kian marak di masyarakat menjadi perhatian serius Himpunan Mahasiswa Farmasi Universitas Islam Makassar (HIMAFAR UIM). Isu tersebut dibahas dalam Seminar Kesehatan bertema “Meningkatnya Peredaran Obat Ilegal: Strategi Pencegahan dan Peran Tenaga Kefarmasian” yang digelar di Auditorium KH. Muhyiddin Zain, Universitas Islam Makassar, Senin, 26 Januari 2026.

Sebanyak ratusan mahasiswa mengikuti seminar ini. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap bahaya obat ilegal, menumbuhkan nalar berpikir kritis, serta memperkuat tanggung jawab moral dan profesional sebagai calon tenaga kefarmasian.

Ketua Panitia, Andi Tri Muktia, mengatakan seminar ini menjadi ruang edukasi penting bagi mahasiswa farmasi untuk memahami risiko penggunaan obat tanpa izin edar serta urgensi pengawasan obat di tengah masyarakat.

“Mahasiswa farmasi tidak hanya dituntut paham secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan kesehatan publik,” ujarnya.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber dari institusi strategis. Andi Haslinda, S.Si., Apt, Ketua Tim Kerja Kefarmasian/Apoteker Ahli Muda Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, memaparkan gambaran umum peredaran obat ilegal, termasuk aspek regulasi serta mekanisme pengawasan obat oleh pemerintah. Ia menekankan bahwa lemahnya literasi masyarakat sering dimanfaatkan oleh pelaku peredaran obat ilegal.

Sementara itu, Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan, Kepala BPOM Makassar, mengulas dampak dan risiko penggunaan obat ilegal bagi kesehatan, sekaligus menegaskan pentingnya peran mahasiswa farmasi sebagai agen edukasi.

“Mahasiswa farmasi memiliki posisi strategis untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, baik melalui edukasi langsung maupun peran sosial lainnya,” jelasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Dekan Fakultas MIPA UIM, Dr. apt. Rusman S.Si., M.Si. Dalam sambutannya, ia mendorong agar kegiatan non-akademik seperti seminar kesehatan terus diperbanyak.

Menurutnya, pengembangan wawasan mahasiswa tidak cukup hanya melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui diskusi isu-isu aktual di bidang kesehatan.

Ketua Umum HIMAFAR UIM, Rina, yang juga bertindak sebagai moderator, berharap seminar ini menjadi bekal awal bagi mahasiswa farmasi untuk lebih peka terhadap permasalahan kesehatan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran dan peran aktif mahasiswa farmasi dalam upaya pencegahan peredaran obat ilegal atau palsu yang semakin marak,” katanya.

Melalui seminar ini, HIMAFAR UIM menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang diskusi dan edukasi yang relevan, sekaligus mendorong mahasiswa farmasi berkontribusi nyata dalam menjaga keamanan obat dan kesehatan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *